Tetap semangatlah, wahai santriwati yang shalihah!

Wahai santriwati yang shalihah tetaplah semangat untuk menuntut ilmu dan membanggakan orangtua kalian semua!.

Tataplah masa depan, tingkatkanlah lagi prestasi kalian dalam menuntut ilmu dan amal kebaikan!.

Wahai santriwati yang shalihah, jangan cengeng apalagi futur menuntut ilmunya, ya kak!.

Perpisahan ini hanya sementara, karena yang menulis ini juga akan melanjutkan belajar di negrinya para Ulama yaitu negri Yaman, in syaa Allah.

Mari kita sama-sama saling mendoakan kebaikan dan keselamatan, in syaa Allah di suatu hari kita akan bertemu kembali dalam keadaan yang lebih baik lagi, di suasana belajar yang lebih semangat dan tentunya antuna sekalian lebih pintar-pintar lagi dibandingkan sekarang.

Ustadz sangat bangga kepada antuna sekalian dan mendoakan agar cita-cita kalian semua tercapai, dan tentunya orangtua antuna sekalian akan bangga.

Karena kalian mencintai kebaikan karena Allah, maka Dia menguji pengakuan kecintaan kalian, dengan sementara kita berpisah terlebih dahulu. Namun, yakinlah kita akan dipertemukan kembali oleh Allah Ta’ala dalam suasana belajar di kemudian hari, yakinlah!.

Tolong tetap jalankan nasihat-nasihat Ustadz ke kalian semua yak kak, baik yang di kelas, masjid, majelis ilmu, apel senin dan berbagai kesempatan!.

Ustadz sangat paham rasanya sedang semangat-semangatnya menuntut ilmu, tiba-tiba Ustadznya pamit untuk sementara waktu.

Sebelumnya Ustadz mau menyampaikan permintaan maaf ke antuna sekalian semua wahai santriwati yang shalihah. Ustadz tidak ingin kalian bersedih dan menjadikan mental kalian jatuh, makanya Ustadz pergi hari jumat 3 Desember 2021 pukul 23.33 wib, dengan harapan antuna sekalian masih pada terlelap tidur. Sekali mohon maaf sebesar-besarnya, ya kak.

Ustadz dan keluarga juga sangat kaget ketika gerbang dibuka, banyak dari kalian belum tidur.

Jangan dikira oleh antuna sekalian melihat kami kemas-kemas barang dan kalian sambil menangis tidak membuat Ustadz berat hati dan sedih meninggalkan kalian, walau sementara waktu.

Demi Allah!, hati Ustadz dan keluarga juga teriris mendengar isak tangis kalian dan tak sanggup kaki ini melangkah keluar gerbang meninggalkan kalian, akan tetapi Ustadz harus mengejar cita-cita terlebih dahulu, yaitu melanjutkan menuntut ilmu ke Darul Hadits Yaman.

Rencana awalnya Ustadz akan di pesantren kalian dua tahun untuk mengajar sambil mengumpulkan bekal untuk meninggalkan nafkah selama belajar di Yaman untuk keluarga, rencana awalnya juga keluarga Ustadz ditinggal bersama kalian, namun setelah melihat situasi di tempat kalian yang kurang mendukung, maka Ustadz segera merubah dan mempercepat rencana awalnya dengan mencari bekal ke Yaman melalui jalan yang lain.

Sekali lagi Ustadz mohon maaf kepada antuna sekalian semua, jika telah membuat kecewa, sedih, menangis dan berbagai perasaan yang tidak karuan.

Semoga antuna  sekalian wahai santriwati yang shalihah, termasuk bagian dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّ أَوْثَقَ عُرَى الْإِيمَانِ: أَنْ تُحِبَّ فِي اللهِ، وَتُبْغِضَ فِي اللهِ

“Sesungguhnya tali Islam yang paling kokoh adalah kau mencintai karena Allah dan membenci karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Ahmad)

Dan sabda Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain :

مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ، وَأَبْغَضَ لِلَّهِ، وَأَعْطَى لِلَّهِ، وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الْإِيمَانَ

“Barangsiapa mencintai orang lain karena Allah, membenci orang lain karena Allah, ia memberi kepada orang lain karena Allah dan tidak memberi juga karena Allah, maka sungguh imannya telah sempurna.” (HR. Abu Dawud)

Ustadz berharap dan berdoa kalian tetap berjuang menuntut ilmu sampai sukses, jangan kemana-mana, ya kak!.

سهل الله لكن و أموركن و بارك الله فيكن

Semoga Allah memudahkan kalian dan semua urusan kalian, dan semoga Allah memberkahi kalian semua, wahai santriwati yang shalihah.

مع السلامة

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Perjalanan pulang dari Cilembu ke Pekalongan

Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni

Artikel: www.muslimberdikari.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: