Kaum pembenci adzan

Orang mukmin mendengar suara adzan, maka dirinya
akan rindu bahagia.

Dan adzan adalah tanda kebaikan untuk mengistirahatkan segala aktivitas, dan denganya juga bahwa waktu shalat telat tiba.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan shalat sebagai waktu yang menenangkan dan menyenangkan.

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam :

يَا بِلَالُ, أَقِمِ الصَّلَاةَ ! أَرِحْنـــَا بِهَا

“Wahai Bilal, Kumandangkan iqamah shalat. Buatlah kami tenang dengannya.” (Hadits hasan, Shahihu al Jami’ : 7892)

Adzan dan shalat adalah dua hal yang tidak dipisahkan, dan adzan ini mengusir syaitan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ

“Apabila panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil kentut hingga dia tidak mendengarkan adzan lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kenapa setan lari saat mendengar adzan?, Karena mereka (setan) takut dengan panggilan shalat itu. Begitu besar takutnya hingga mereka lari sambil terkentut-kentut.

Kenapa setan takut dengan lari dengan panggilan shalat?, karena shalat adalah tiangnya agama.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

“Pokok segala perkara adalah Islam dan tiangnya adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2616)

Dan adanya adzan menunjukkan bahwa masyarakat setempat tidak dikuasai oleh Syaitan, karena jika suatu masyarakat yang mana masjid atau mushallanya tidak dikumandang adzan maka tempatnya tersebut diliputi oleh dikuasai oleh setan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ ثَلاَثَةٍ فِي قَرْيَةٍ لاَ يُؤَذَّنُ وَلاَ تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلاَةُ إِلاَّ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ

“Tidak ada tiga orang di satu desa yang tidak ada adzan dan tidak ditegakkan pada mereka shalat, kecuali setan akan memangsa mereka.” (HR. Ahmad)

Maka siapapun yang mengaku beriman kepada Allah dan akan tegaknya hari kiamat tidak mungkin akan merasa terganggu adanya suara adzan.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Kajen

Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni

Artikel: www.muslimberdikari.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: